Kunyit putih (Curcuma mangga Val.) merupakan salah satu dari sekian banyak tanaman obat tradisional di Indonesia. Salah satu pemanfaatan kunyit putih adalah sebagai obat keputihan. Keputihan ditandai dengan keluarnya getah atau lendir berwarna putih. Salah satu penyebab keputihan adalah jamur Candida albicans. Kunyit putih memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder yang terdiri dari flavonoid, alkaloid dan tanin, yang memiliki aktivitas sebagai antimikroba dengan mekanisme penghambatan yang spesifik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi 0,1% zona hambat yang dihasilkan sebesar 6 mm, 0,5% sebesar 8 mm, 1,0% sebesar 10 mm, 1,5% zona hambat yang dihasilkan sebesar 10,75 dan yang terakhir yaitu pada konsentrasi 2% sebesar 12,75. Pada konsentrasi yang paling tinggi mengahasilkan daerah zona hambat yang terlebar. Hal ini dikarenakan semakin tinggi konsentrasi yang digunakan maka semakin banyak pula kandungan senyawa pada kunyit putih. Konsentrasi yang tertinggi pada jamur Candida albicans mengalami kerusakan dinding sel yang terparah sehingga pada saat diwarnai dengan crystal violet berwarna pucat dibandingkan dengan konsentrasi yang lain.
Item Type: Thesis (Undergraduate)
Keywords: Kunyit Putih; Keputihan; Jamur Candida albicans; Turmeric White; Whitish; Fungus Candida albicans
Subjects: 06 BIOLOGICAL SCIENCES > 0605 Microbiology > 060505 Mycology
Departement: Fakultas Sains dan Teknologi > Jurusan Biologi
Depositing User: Saputra Edi
Date Deposited: 27 Jul 2015 08:37
Last Modified: 27 Jul 2015 08:37
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/488
