Tanaman temu mangga termasuk tanaman tahunan semak yang memiliki bagian-bagian tumbuhan seperti rimpang, akar, batang, daun dan bunga. Tingginya sekitar 50 sampai 75 cm. Rimpangnya terasa manis sedikit rasa agak pahit, tetapi tetap segar dan pastinya memiliki khasiat. Ciri khas tanaman ini adalah rimpangnya (yang berwarna kuning dan berbintik seperti jahe) memiliki bau khas seperti bau mangga. Rimpangnya bercabang dengan bagian luar kekuningan, bagian atas putih, bagian dalam berarna kuning lemon sampai kuning seperti sulfur dengan warna putih di bagian layer. Kulit rimpang berwarna putih kekuningan pada kondisi segardan menjadi kuning pada kondidi kering (Sudewo, 2006).
Sistem perakaran termasuk akar serabut. Akar melekat dan keluar dari rimpang induk. Panjang akar seitar 25 cm dan letaknya tidak beraturan (Hariana, 2006). Tumbuhan temu mangga memilki batang semu, tegak, lunak, batang di dalam tanah membentuk rimpang, hijau. Susunan daun tunggal, berpelepah, lonjong, tepi rata, uung dan pangkal meruncing, panang ±1 m, lebar 10-20 cm, pertulangan menyirip, hijau. Pelepah daun panang 30-65 cm, daun lonjong-menjorong sampai lonjong-melanset sungsang, 15-95 cm x 5-23 cm, hijau. Daunnya berbentu bulat agak lonjong dengan panjang daun sekitar 30 sampai 45 cm dan lebarnya 7,5
sampai 13 cm (Sudewo, 2006).
Bunga temu mangga muncul dari bagian ujung batangnya. Cara pembiakan tanaman ini dengan rimpanng yang telah berumur 9 bulan. Tanaman ini tumbuh subur jika ditanam di media tanam atau tanah gembur yang mengandung bahan organic tinggi dan sinar matahari yang cukup atau tempat yang terlindungi (Sudewo, 2006). Temu mangga seperti 6 halnya temu-temuan lain dapat tumbuh dan berproduksi dengan baik di daratan rendah sampai pada ketinggihan 1000 m di atas permukaan air laut, dan ketinggihan optimum 300-500 m. Kondisi iklim yang sesuai untuk budidaya temu mangga yaitu dengan curah hujan 1000-2000 mm (Gusmani dkk., 2004), tumbuh pada berbagai jenis tanah, untuk menghasilkan produksi yang maksimal membutuhkan tanah dengan kondisi yang subur, anyak bahan organik, gembur dan berdrainase baik (tidak tergenang) (Sudiarto dkk., 1998).
