Minyak atsiri rimpang Curcuma mangga Val. telah menunjukkan efek sitotoksik (zat atau proses yang dapat menyebabkan kematian) terhadap beberapa sel kanker (Khasanah, 2002, Nurrokhman, 2004, Verlianara, 2004, Rumiyati, dkk., 2007, dan Astuti, dkk., 2014). Namun minyak tersebut tidak stabil.
Menurut Billia dkk. (2014), beberapa minyak atsiri memiliki beberapa sifat yang kurang baik seperti mudah menguap, mudah terurai terhadap panas, kelembaban, cahaya dan oksigen.
Sifat-sifat yang tidak menguntungkan ini dapat menyebabkan masalah ketika minyak tersebut akan diberikan/digunakan sebagaimana adanya. Formula yang tepat yang dapat melindungi minyak dari degradasi untuk meningkatkan stabilitas serta aktivitas dan efektivitas diperlukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formula nano-emulsi terbaik untuk minyak atsiri C. mangga Val. untuk meningkatkan stabilitas dan potensinya. Formula self nano-emulsifying drug delivery system (SNEDDS) yang terdiri dari: minyak pembawa, surfaktan dan kosurfaktan digunakan untuk membuat emulsi nano dari minyak atsiri C. mangga.
Kesimpulan
Formula SNEDDS optimum untuk minyak C. mangga Val. terdiri dari Miglyol: Tween 80: PEG 400 = 16.034%: 68.380%: 15.586%; dengan transmitansi 84.47+1.05%, ukuran tetesan 15.75 nm, potensial Zeta -8.54 mV, 0.188 PDI, 49.67+1.7 detik waktu pengemulsian dalam akuades, 24.33+4.19 detik dalam AGF dan 21.33+2.87 detik dalam AIF. Formula SNEDDS yang optimal stabil secara termodinamika. Karena ukuran partikel yang kecil, waktu pengemulsi AFG dan AIF yang lebih baik, dan stabilitas termodinamika; formula SNEDDS yang optimal ini diharapkan dapat meningkatkan aktivitas sitotoksik dari minyak Curcuma mangga Val. terhadap sel kanker.
Disarikan dari Jurnal
Self Nano-Emulsifying Drug Delivery System (SNEDDS) of Curcuma Mangga Val. Essential Oil and The Stability Study
October 2020INDONESIAN JOURNAL OF PHARMACY
DOI:10.22146/ijp.584
Authors:
Retno Sunarminingsih Sudibyo
Lukman Mahdi
