Logam Perak bukanlah barang baru sebagai disinfektan. Orang-orang dahulu menggunakan bejana mereka dilapisi perak atau bahkan membuat bejana atau alat makan dari perak untuk membantu masalah kesehatan mereka. Orang Mesir menggunakan perak sebagai produk seperti kertas tipis yang dikocok dan membungkusnya di sekitar luka. Bangsawan kaya raya sudah jelas memakai gelas dan perkakas makan yang terbuat dari perak, disamping sebagai prestis, juga untuk mengambil manfaat kesehatan.
Didokumentasikan dengan baik bahwa orang Yunani kuno mengetahui nilai medis dari perak. Terlihat bahwa keluarga-keluarga kuno yang makan dari peralatan perak jarang sakit dan hanya mengalami sedikit infeksi. Pengetahuan ini diteruskan kepada para raja, kaisar, sultan dan keluarga mereka serta anggota istana mereka. Mereka makan dari piring perak, minum dari cangkir perak, menggunakan peralatan perak dan menyimpan makanan mereka dalam wadah perak. Sebagai hasil dari penggunaan ini, perak sedikit sekali terkena dan tercampur dalam makanan mereka, dan karenanya mereka memiliki kemungkinan kecil untuk terkena penyakit menular.
Para bangsawan ini disebut “Darah Biru” karena kulit mereka berwarna biru, akibat akumulasi jejak-jejak kecil logam perak murni. Namun, rakyat biasa yang berdarah merah, makan dari piring tembikar dengan peralatan besi dan sering sakit, sementara para bangsawan menikmati kebebasan dari penyakit menular sejak lahir. Ada banyak referensi sejarah tentang Koloid Perak. Salah satu yang paling lengkap dipublikasikan di “The Lancet” tertanggal 12 Desember 1914.
Tentara Tentara Konfederasi dalam perang antara Utara dan Selatan dikenal menelan satu dolar perak asli. Hal ini dipercaya dapat menangkal semua jenis bakteri menular utama seperti para prajurit terkadang berada di dalam air hingga ke leher mereka dengan luka menganga yang serius. Banyak dari mereka percaya bahwa mereka dapat terhindar dari penyakit serius dengan menelan satu dolar perak.
Hingga hampir tahun 1970, para ilmuwan biasa menaruh uang receh perak di cawan petri untuk mensterilkan piring. Perak telah lama digunakan untuk pelat untuk perbaikan bedah tulang.
